:for e from 2 to 254 do={
/queue simple add name=(user . $e) target-addresses=(10.10.10. . $e)
dst-address=0.0.0.0/0 interface=local parent=none direction=both
priority=8 queue=default-small/default-small limit-at=0/0
max-limit=32000/64000 total-queue=default-sma
}
Jika sudah klik Run script maka di queue simple akan terdapat sebanyak 253 user
Biasanya jika menggunakan Mikrotik 2.9.XX diqueue terdapat satu buah queue simple find dynamic saja, maka dari itu jika bandwidth terbagi dengan adil maka harus disama ratakankan bandwidth ditiap usernya, dan harus dibuat queue simple secara manual, cara kerjanya yaitu dengan me remove queue simple bawaan wizard hotspot dan memindahkan ip address user ke queue simple yang telah dibuat diatas. berikut contoh scriptnya :
:foreach i in=[/queue simple find dynamic=yes ] do={
:log info [/queue simple get $i name];
/queue simple remove [/queue simple get $i name ]
}
Jika sudah klik Run script maka jika seorang user joint ke aksespoint, kemudian mendapatkan ip address DHCP dan membuka browser kemudian login (ah dowone..), maka ip address user tersebut dengan sendirinya akan diarahkan ke queue simple yang telah dibuat sebanyak 253 buah tadi.
kita haluskan paket dengan mangle, berikut contoh scriptnya :
:for e from 2 to 254 do={
/ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=(10.10.10. . $e)
action=mark-connection new-connection-mark=($e . linkcon )
/ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=($e . linkcon )
protocol=!1 action=mark-packet new-packet-mark=($e . linkflow )
passthrough=no
}
Jika sudah klik Run script maka di /ip firewall mangle akan jadi..!! jadi opo..? ![]()
yeee… wes pokoke ngono lah.. jajalen dewe²..!
kawet mau kok gawe ukoro-ukoro boso indonesaia.. huft capekx™..! (kata² facebook bgt)
Jowo : nek anggel tukuo sing mikrotik+RB sing asli wae sing paleng murah Rp500rb paleng jek susok ok’.. ![]()
Indon : kalo susah beli RB+mikrotik yang asli saja Rp500rb mungkin masih ada kembaliannya ko’..:D













